Kisah Kartini

Wanita berparas cantik yang hidup dipingitan.

Berdiam ditembok tembok besar

Raut putri bangsawan

Keraton kediaman ternyaman

12 tahun ia hidup di masa Belanda

Cita-citanya memudar ditradisi

Tiada kata menyerah untuk belajar, membaca dan menulis.

Saat gelisah buku plampiasan orat oretnya

Seusia gadis manja

Hidupnya terbebani tak ada kata bermain

Sampai saat ini dunia benar2 mengakui keberadaanya

Ceritanya menyalakan api semngat kauman wanita

Menyatukan jiwa" terpisah

Membentuk suatu kalimat

Padamu ibu kartini, aku berterimakasih


Oleh: Ahmad Ramdani

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Refleksi Triwulan II, Berbenah Diri Menuju Kebangkitan Koperasi

Peran Pendidikan di Era Pandemi

Kopma UIN Sunan Kalijaga Menggelar Pelantikan Pengurus Baru