Setapak
Gema adzan subuh mengusik tidur nyenyakku pagi ini. Jika hari-hari biasanya aku akan memilih untuk menutup telingaku dengan bantal dan menarik selimutku lalu melanjutkan tidur, berbeda dengan pagi ini. Aku segera menyingkap selimutku, milipatnya menjadi bentuk persegi panjang lalu bergegas mengambil wudu dan menunaikan kewajibanku. Seperti yang telah aku, Reza, Rivan, dan Dina rencanakan kemarin, bahwa hari ini kami akan pergi mendaki. Segala keperluanku telah aku siapkan semalam. Namun, seperti sudah kebiasaanku. Aku akan memeriksa kembali barang barang yang akan kubawa dua hingga tiga kali sebelum aku pergi. Sudah seperti itupun terkadang masih ada barang yang lupa kubawa. Aku ini memang ceroboh . Aku tidak ingin ada barang yang tertinggal dalam pendakian pertamaku ini, aku ingin segalanya sempurna seperti yang telah aku rencanakan. Selesai memeriksa ...