Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Dukaku

Sinar surya tak seperti biasanya Selimut mega pun tak kunjung pergi Usai sudah semua asa yang kubangun Sirna sudah semua mimpi yang kususun Tiada lagi sandaran untuk pulang Yang tersisa hanyalah penyesalan   Tak lagi kutemukan gairah Bahkan air mata tak lagi menetes Kutelah kehilangan segalanya Arah hidup menjadi buram tak terlihat Sanggup berjalan namun tak tentu arahnya Bak anak ayam yang kehilangan induknya   Oleh: Muti’ati Thariza A  

Sepersekian Detik

Di sepersekian detik Sepertinya tubuhku tak berkutik Entahlah ada luka yang antik Tak dapat ditutupi Bukan karena tajamnya belati Melainkan diri sendiri Bertahan dengan nama sama Memikirkan balasanya Hati ini telah payah Luka yang diterima hampir berdarah Haruskah melupa Ketika satu huruf dari nama Tak ada dalam ingatanya   Oleh: Tri Maharani Kusuma Dewi

Dirgahayu Indonesia

Usi amu kini dijemput senja Namun sinarmu meredup bak malam gulita Kemana perginya kunang kunang pengorbanan? Apakah perjuangan sang putra kini terlupakan?   Aku rindu pekikan laskar muda Gema merdeka di segala penjuru bangsa Aku rindu megahnya kibaran sang saka Kumpulan asa dalam semangat bhineka   Bangunlah penerus bangsa! Kobarkan kembali api '45 Asah taring tajammu di mata dunia Kemudian kabarkan mengenai megahnya Indonesia.   Oleh: Amanda Khoirun Nisa  

Kemerdekaan Indonesia

Jiwa mudamu tentukan nasib bangsat Jangan biarkan Indonesia bercerai-berai Lumpuhkan serang para penjajah Pegang teguh panutan bangsa Para pahlawan sudah berjuang melawan para penjajah  Meneteskan darah dan keringat  Demi Indonesia merdeka  Pahlawan ku... Kau rela mati demi kami  Berkatmu Indonesia dapat merdeka Kau dapat mengusir semua penjajah Mari kawan semua... Sebagai generasi penerus bangsa Kita harus dapat mengembangkan Indonesia Dengan rajin belajar dan menambah ilmu Teknologi Indonesia harus kita kembangkan Dengan mengepakkan sayap Menjunjung tinggi menembus awan  Menjadi Indonesia yang maju dan sejahtera Kawanku... Marilah kita terus menjunjung tinggi Indonesia Menghargai jasa para pahlawan Untuk menginspirasi anak-anak bangsa Membangun Indonesia sejahtera dan merdeka Merdeka !!!        Merdeka !!!   Merdeka !!! Oleh : Anggia Pramesti

Kisah Kartini

Wanita berparas cantik yang hidup dipingitan. Berdiam ditembok tembok besar Raut putri bangsawan Keraton kediaman ternyaman 12 tahun ia hidup di masa Belanda Cita-citanya memudar ditradisi Tiada kata menyerah untuk belajar, membaca dan menulis. Saat gelisah buku plampiasan orat oretnya Seusia gadis manja Hidupnya terbebani tak ada kata bermain Sampai saat ini dunia benar2 mengakui keberadaanya Ceritanya menyalakan api semngat kauman wanita Menyatukan jiwa" terpisah Membentuk suatu kalimat Padamu ibu kartini, aku berterimakasih Oleh: Ahmad Ramdani

Mantan Terindahku

Heyy kamu yang ada disana Iya kamu yang dulu mengisi hari-hariku Apa kabar kamu sekarang? Kamu sedang apa? Ku harap kamu bahagia selalu Aku harap kamu baik-baik aja disana Tahukah kamu aku rindu kamu Yaa emang aku rindu kita yang dulu Yang selalu bersama mengisi hari yang bahagia Namun kini seakan tak mungkin  Tuk dapat disatukan lagi Membentuk sebuah ikatan  Tapi aku berharap semoga kamu bahagia dengan yang sekarang Aku bersyukur telah mengenalmu lebih dekat  Telah menjadi teman terindah di hidupku Kamu adalah cinta pertama ku Yang tak mungkin aku lupakan begitu saja Yaa kamu orang yg pertama menuliskan kisah cinta di hidupku Kenangan manis dan indahmu mu selama kita bersama masih tersusun rapi dalam ingatan ku Terimakasih yaa kamu sudah menjadi bagian dari hidupku Doa terbaik untuk mu  Salam hangat dariku untukmu mantan terindahku Oleh: Daril Ummahati

Sahabat

Laksana mentari yg menyimpan sejuta kenangan Semua tentang duka dan suka  Menyusuri jalan yg tak selalu terang Kaulah seperti pelangi Yang selalu membuat hariku berwarna Kau seperti bintang yg selalu menemani bulan dimalam hari Cahaya mu menerangi seluruh bumi Sejak pertama mengenalmu kala itu Kau selalu baik padaku Selalu tersenyum buatku Kau lah yg menemani ku Diberbagai keadaan Suka duka udah kita lalui bersama Senang sedih bahagia dan tertawa pun kita lalui bersama Terima kasih atas semua kasih sayang Terima kasih atas waktu dan candaan Semua tawa dan air mata Yang telah kita bagi membuatku tak sendiri Terima kasih untuk segala petualangan  Aku bersyukur bisa mengenalmu Doa ku yang terbaik untukmu Ku tunggu kenangan Indah bersamamu Dikemudian hari yang akan datang Oleh: Daril Ummahati